Home
kampus
UNIVRAB Laksanakan Bimtek Penjaminan Mutu

UNIVRAB Laksanakan Bimtek Penjaminan Mutu


Selasa, 2017-03-07 - 08:44:04 WIB

UNIVRAB - "Untuk meningkatkan mutu sebuah perguruan tinggi, maka prodi yang terakreditasi C harus ditingkatkan menjadi B sehingga sejumlah prodi C gemuk atau berpotensi harus bisa segera diarahkan untuk mendapatkan akreditasi B," pernyataan ini keluar dari Evawani, Kasi Kurikulum Pendidikan Akademi Ditjen Belmawa, Kementrian Riset Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi di Pekanbaru, pada Selasa (05/16).

Wanita asal Jambi tersebut mengatakan itu di sela Bimtek Penjaminan Mutu untuk meningkatkan akreditasi studi UNIVRAB yang diikuti sebanyak 70 peserta berasal dari civitas akademi kampus. Acara tersebut digelar dari  tanggal 5 hingga 6 April 2016 di Gedung Tarikh bin Ziyad. Acara dipadati oleh seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) dan civitas UNIVRAB.

Masih menurut Evawani, selain UNIVRAB, di Riau juga tercatat Universitas Muhammadiyah dan Universitas Lancang Kuning yang perlu mendapatkan Bimtek Penjaminan mutu tersebut. Sedangkan di Kopertis Wilayah 10 tercatat sebanyak 7 perguruan tinggi antara lain di Muaro Bungo Jambi, di Padang dan di Riau yang masih memerlukan Bimtek peningkatan kualitas akreditasi prodinya.

"Khusus di Univrab, saat ini tercatat sebanyak tujuh prodi akreditasi C gemuk yang berpotensi untuk mendapatkan akreditasi B. Hanya kurang satu atau tiga poin lagi yang harus dipenuhi guna melengkapi syarat penilaian akreditasi B," kata wanita yang akrab dipanggil Eva itu menjelaskan disela-sela kegiatan. Tujuh prodi tersebut, katanya, perlu dipersiapkan kini dan diharapkan pada 2017, maka mutu prodi sudah baik  atau mendapatkan rekomendasi dari akreditasi Sistim Penjamin Mutu Internal (SPMI). SPMI dibawah pembinaan Kementrian Riset Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi.

Lebih lanjut ia menjelaskan sejumlah kendala yang dihadapi perguruan tinggi yang masih memilik prodi terakreditasi C antara lain lebih karena terkendala belum terpenuhinya secara lengkap delapan standar nasional perguruan tinggi sesuai Permenristek Dikti No 44 tahun 2015.

"Kedelapan standar nasional perguruan tinggi adalah mencakup tentang kompetisi lulusan yang perlu dibuat profil mereka seberapa banyak sudah bisa diterima pasar kerja. Standar kedua adalah standar isi, berikutnya standar proses, penilaian, dosen harus S2," katanya. Standar lainnya yakni, sarana prasarana, seperti pemenuhan laboratorium, standar pengelolaan perguruan tinggi, serta standar pembiayaan. Kedelapan item standar ini harus "berkelindan" atau tidak boleh kurang satupun juga.

Ia memandang bahwa selama ini kendala dihadapi perguruan tinggi dalam meningkatkan akreditasi prodi C ke B antara lain lebih akibat klasifikasi tenaga dosen tidak sesuai dengan Permenristek Dikti No 44 tahun 2015. Solusi antara lain bisa mengajak putra Riau  yang lulus S2 IPB, untuk mengajar di daerah ini demi membangun Riau.

"Jika kualitas dosennya bagus, maka lulusan juga akan bagus dan sekaligus bisa meningkatkan animo masyarakat untuk kuliah di Univrab," katanya.

Ketua LP3M UNIVRAB, Srikartini mengatakan, tujuh prodi (C gemuk) yang bakal dipercepat persiapannya untuk meraih akreditasi B adalah kedokteran, keperawatan, psioterapi, anafarma, kebidanan, tekhnik sipil dan tekhnik informatika.

Sedangkan Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan dan Psikologisudah terakreditasi B.  Untuk kualitas dosen sebesar 90 persen diantaranya sudah S2 dan 10 persen lainnya dosen yang S1 kini sedangkan menyelesaikan pendidikan  S2, disamping itu terus meningkatkan sarana dan prasarana serta laboratorium.***(Antara Riau / Humas UNIVRAB)


Share Berita


Komentari Berita